Tampilkan postingan dengan label artikel news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel news. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Maret 2016

Kamera Terbaru dari Konost

Kamera Terbaru dari Konost
Konost berarti sederhana dan murni.
Dan itu bukan kata yang nyata, karena itu sebutan dari kami.

Kami adalah start-up insinyur muda dan desainer yang bersemangat dalam bidang fotografi.
Tujuan kami adalah untuk merancang dan membangun kompak, kamera mirrorless yang sederhana, murni, untuk inti dari dasar fotografi - menangkap cahaya.

Konost FF adalah kamera Sejati Digital Rangefinder 35mm Full-Frame kami yang masih dalam pengembangan. Ia memiliki jendela bidik optik dengan framelines yang ditampilkan secara elektronik dan fokus Patch. Hanya ada empat kontrol mendasar : aperture, shutter speed, fokus, dan ISO - kamera sederhana dan minimalis yang dilucuti setiap fiturnya yang tidak perlu.

Kami juga bekerja fokus pada Konost AP dan Konost Junior, kamera yang dasarnya mirip dengan Konost FF dengan perbedaan ukuran sensor dan material.
Konost 35mm Full-Frame prototipe kami baru-baru ini dilengkapi dengan penyetelan sensor yang masih dalam tahap pengujian.

Ini akan tersedia untuk mereka pihak yang berkepentingan Software development kit, karena kami percaya masa depan fotografi digital adalah membawa sensor besar menjadi kamera kompak dan terjangkau untuk penggunaan sehari-hari.







Sensor gambar
Pada jantung Kamera Konost adalah sensor Full Frame CMOS image 20.0mp 35mm dari CMOSIS. The CMV20000 adalah resolusi yang cukup tinggi, rentang dinamis yang tinggi, dan sensor kecepatan tinggi memungkinkan kita untuk mencapai gambar yang lebih rinci dan spektakuler. Dengan 16 LVDS saluran mampu berjalan pada 480 Mbps, yang CMV20000 juga dapat merekam video pada 30fps pada resolusi penuh
Pengembangan Zedboard
Konost Prototipe menggunakan kit pengembangan Zedboard untuk mendorong sensor gambar besar. Dengan onboard Xilinx Zynq All-Programmable SoC / FPGA, kami mampu mengembangkan data kami sendiri dan algoritma image, kontrol serial, protokol, dan alokasi memori, memberi kita kontrol penuh dan fitur sensor gambar CMV20000. Konost Prototipe juga menggunakan 7"Zed Sentuh Tampilan menyediakan live preview antar pengguna untuk sensor.
Teknik Kustom Desain
Semua fitur dari Konost Prototipe dirancang khusus. Dari papan sensor gambar, untuk lensa mount, dan bahkan body akhir, semua dirancang untuk memberikan fleksibilitas maksimum dan kegunaan dalam pengujian dan pengembangan. Konost Prototipe adalah kamera full frame yang dapat bekerja dengan 30fps, kontrol sensor lengkap, dan gambar mentah akuisisi data. Meskipun dirancang menggunakan jenis lensa M-Mount, Konost Prototype juga dapat menggunakan semua lensa F-Mount melalui adaptor.


Spect yang mumpuni, bisa dilihat di :

http://camera.co.id/news/konost-camera/#.Vupnf0CpRmM

#newscameracoid
#konostcamera 

Senin, 18 Januari 2016

Reset DSLR Nikon ke Pengaturan Pabrik

Cara Reset DSLR Nikon untuk kembali ke Pengaturan Default Pabrik


Dua Tombol ulang
Hal ini dimungkinkan untuk cepat mengatur ulang banyak pengaturan shooting ke nilai standar dengan hanya memegang dua tombol secara bersamaan selama dua detik (kedua tombol ditandai dengan titik hijau untuk referensi). Tombol-tombol yang digunakan untuk ulang ini berbeda tergantung pada model kamera. Grafik di bawah ini menunjukkan berbagai posisi yang berbeda dari dua tombol ulang tergantung pada model kamera



http://camera.co.id/news/reset-dslr-nikon-ke-pengaturan-pabrik/

Kamis, 14 Januari 2016

New Laowa 105mm f/2 for Canon EF mount

Lensa baru dari Laowa, 105mm f / 2 yang akan tersedia untuk Canon EF mount


Setelah 60mm f/2.8 Macro 2 : 1 dan Laowa 15mm f/4 Makro 1 : 1, akan hadir 105mm f/2 untuk canon EF. Lensa dengan filter apodisasi yang memberikan bokeh lebih progresif dari lensa biasa. Dengan prinsip yang sama seperti Minolta AF / Sony 135mm f / 2.8 [T / 4.5] STF dan Fujinon XF 56mm f / 1.2 R APD

 Hasil Foto,


#newscameracoid
#newslens

Selasa, 12 Januari 2016

Nikon DSLR D500, DSLR Format DX






Nikon D500 sebagai penerus D300s, dengan sensor 20.9MP

D500 disebut kamera yang terbaik dari format DX. Fiturnya antara lain sistem AF dengan 153-point dan prosesor EXPEED 5 seperti Nikon D5.
Kamera ini dapat mengambil gambar terus menerus pada kecepatan 10 fps dengan buffer 200 tembakan untuk format RAW. Video sudah bisa 4K disertai fitur 'SnapBridge', koneksi konstan ke smartphone menggunakan Bluetooth.



Tersedia Maret dengan harga USD $ 2000 bodi saja atau USD $ 3070 dengan lensa 16-80mm F2.8-4E ED VR.

Jendela bidik optik dengan cakupan 100% dengan 1.0x perbesaran. Kemudian mendukung kartu memori kecepatan tinggi XQD. LCD yang bisa flip ke atas dan ke bawah memudahkan untuk pengambilan gambar dari sudut yang sulit, berukuran 3,2″ dengan resolusi 2.4 juta dot dan sudah touchscreen.

D500....jpg?1452590653656

Disandingkan dengan D5 perbedaan terutama pada format sensor APS-C tetapi kesamaannya adalah format sistem AF dengan fitur mirip dengan hanya sedikit penurunan dalam kecepatan pengambilan gambar secara menerus, dan bodi yang jauh lebih kecil.
D500.jpg?1452590672813

Dengan Spesifikasi Nikon D500 :
Sensor APS-C CMOS 21 megapixels (23.5 x 15.7 mm)
Image Processor EXPEED 5
ISO ISO 100 – 51200 (expandable to 50 – 1640000)
LCD 3.2″ dapat diputar, resolusi 2,359,000 dot
Shutter speed 30 sec – 1/8000 sec
Video 4K, format MPEG-4, H.264
Storage types SD/SDHC/SDXC (UHS-II compliant) + XQD
USB USB 3.0 (5 GBit/sec)
Berat termasuk baterai : 860 g
Dimensi 147 x 115 x 81 mm
GPS Optional

#newscameracoid
#infocameracoid

Kamis, 04 Juni 2015

New born photography - Jack Krugete Arts - by Herry Tjiang

JACK KRUGETE ART
Foto baby saat tidur yang dipopulerkan oleh Adele Enerson, dan menjadi tren di Jepang yang disebut Nezo Art. Meskipun terlihat kurang menawan dibanding foto foto Adele Enerson ya karena yang memotret kebanyakan ibu ibu di Jepang dan sembarang menaruh benda benda tanpa konsep yang menarik. Nezo itu artinya adalah postur tidur.
Sebenarnya mungkin kita sering melakukan ini foto waktu baby tidur, tetapi budaya di Indonesia mengatakan tidak boleh memotret orang waktu tidur “Pamali” katanya seperti orang meninggal. Yah Jadinya orang Indonesia tidak bebas berkarya.

Biasa nezo art memotret baby dalam posisi tidur sehingga memudahkan untuk melakukan setting lokasi. Tetapi di foto foto bawah ini semua dilakukan disaat baby sedang bangun meskipun tetap dalam posisi diatas kasur.
Jack Krugete Art , bisa disebut demikian untuk foto foto dibawah ini karna tidak mengikutin nezo art yang menunggu baby sedang tidur, dan aksesori yang terlalu berlebihan. Sehingga terlalu banyak focus perhatian kepada penak perniknya bukan ke babynya.
Jack krugete Art ini memfokuskan pada babynya dengan pernik pernik grafis (jaman modern gitu lho) dengan kombinasi pernik pernik yang tidak terlalu banyak dan dalam kondisi baby sedang bangun sehingga expresinya terlihat dengan baik.
Jack krugete Arts ini memotret EXPRESI dengan KONSEP dan Design GRAFIS yang menarik dan AKSESORIS yang menarik
Tingkat kesulitannya lebih tinggi karena kita harus mempersiapkan konsep yang baik , kecepatan dalam memotret, dan melihat expresi dan body language dari baby tersebut.


Terkadang kita harus kreative untuk membuat pose yang tidak main stream meskipun terkadang diperlukan juga yang tidak mainstreamseperti pose dibawah , dimana baby sedang memengang jemuran , sehingga property yang kita siapkan terlihat real bukan pada waktu tidur
Posisi Main stream Jemuran

 

Pose : Dijemur
Posisi baby sedang bermain dan tidak tidur…jadi terlihat ekpresinya sedang terbalik.
Jack Krugete pose berjemur



Pose : Dikejar Anjing
Posisi baby sedang sedang bergerak dan bertepatan dengan melihat kebawah, saya sudah mengkonsep dan meletakkan boneka anjing dekat dengan babynya, membutuhkan ketepatan waktu yang lumayan karena menunggu babynya berekspresi tepat dengan yang kita mau. Espresi dikejar oleh anjing. Matahari dan rumput tambahan grafis supaya lebih terlihat hidup dan seakan akan di taman.
baby photo – Jack krugete art


Pose : Conductor music
Posisi baby sehabis minum susu tetapi belum tertidur sehingga bisa diset seperti sedang menikmati sesuatu, konsepnya seperti condutor music yang kebetulan baby ini sangat suka dengan salah satu music dari Hillsong yaitu OCEAN. Dengan menambhakan grafis not dan grafis lagunya menambah kekuatan dari foto tersebut.
nezo art conductor music



JACK KRUGETE ARTS
Pose : Listening Music
Posisi baby sedang senang menengarkan lagu tidak dalam posisi tidur menggabungkan kegemaran mendengarkan musik disajikan dengan grafis yang menarik membuat focus tetap pada baby dan musik menjadi pelengkapnya
Jack Kruget art or nezo art

Buat yang lain jangan sia siakan waktu baby new born ini jangan takut untuk berkreasi dan terus berkereasi JACK KRUGETE ARTS ini bisa dipakai sebagai panduan untuk berkeasi lebih banyak dan lebih kreative tidak perlu menunggu si kecil tidur, kapan pun dimanapun dengan konsep yang kuat akan menghasilkan foto yang menarik.

Selamat Berkreasi
Photo by Herry Tjiang
model : Baby Jacob Salvatore