Jumat, 19 Juni 2015

Cobweb Effect Photography


Cobweb Effect,  Rp 356.384

Membuat Effect serangga, atau rumah kuno

Siapa yang tidak mengetahui jaring laba-laba berdebu yang menghiasi dan dapat menjangkau setiap sudut ruangan kantor, rumah maupunbuku
Yang membuat perasaan lebih dramatis untuk adegan mistery dan horor

Efek Jaring laba-laba berdebu yang dapat digunakan ke hampir semua permukaan: dinding, jendela, botol, buku, dll.
Hingga membuat hasil gambar lebih realistis dan sulit untuk dibedakan.

Kamis, 18 Juni 2015

Negeri Dongeng New York

Negeri Dongeng New York

Dapatkan Inspirasi dari cerita ‘from zero to hero’ Vivienne Gucwa
Siapa bilang anda tidak bisa jadi fotografer populer di era digital foto yang tersaturasi ??
Sepertinya tak ada yang berkata demikian pada Vivienne Gucwa, yang berangkat dari kamera yang bisa dibilang hanya bisa berfungsi untuk membidik dan merekam foto pada lima tahun lalu.
Sekarang ia menjadi salah satu fotografer ‘Sony Artisan’, dengan lebih dari 2,5juta follower online. Ia juga menerbitkan sebuah buku karyanya yang termasuk kategori terlaris (New York Through the Lens, diterbitkan oleh Ilex)
Tak diragukan lagi bahwa ia memang fotografer cityscapes berbakat, tapi sebagian besar suksesnya dicapai lewat media sosial. Mulai dari memajang foto-fotonya di tumblr, sampai lewat google+, facebook dan Instagram. Vivienne mendapatkan sebagian besar klien dari orang – orang yang melihatnya di internet.


Trik Wajib Di coba :
http://camera.co.id/negeri-dongeng-new-york.html#.VYO82VIjzet


Menangkap Gulungan Ombak

Menangkap Gulungan Ombak

Tentunya yang pertama adalah menggunakan tripod ketika mengabadikan lanskap untuk memastikam fotro tampak tajam dari depan kebelakang, kalau anda pernah, mengabadikan lanskap pantai ketika laut sedang bergolak di musim dingin, angin seringkali berhembus begitu kuat sehinga akan sulit menjaga tripopd bisa tetap berdiri tegak dan stabil,kadang tak ada pilihan lain selain harus memegang kamera dengan tangan saat memotret menggunakan kecepatan shutter tinggi, pengaturan ini tidak hanya akan membantu mengurangi guncangan kamera, tapi juga akan membekukan gerakan ombak yang memecah.

Tips :
http://camera.co.id/menangkap-gulungan-ombak.html#.VYKDFVIjyEU



Selasa, 16 Juni 2015

Lomba Foto Satwa Internasional (LSFI)



Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia pada tanggal 5 Juni, serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pada tanggal 5 November, Taman Safari Indonesia bekerjasama dengan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta PT.Datascrip / Canon kembali menyelenggarakan sebuah event tahunan, yaitu Lomba Foto Satwa Internasional ke 24.

Lomba Foto Satwa Internasional (LSFI) merupakan salah satu bentuk penggalakan konservasi satwa bagi masyarakat lewat media foto. Dengan diadakannya LSFI ini, diharapkan para pencinta fotografi dapat menuangkan ide dan gagasan mereka, sehingga melalui karya-karya yang dihasilkan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat luas terhadap satwa.

Penyelenggaraan LFSI dimulai sejak tahun 1990, dan tahun ini merupakan tahun keduapuluh-empat kompetisi ini digelar. Kompetisi ini telah mendapat apresiasi dan animo yang tinggi dari masyarakat, khususnya para pencinta fotografi. Setiap tahunnya jumlah peserta kompetisi ini terus bertambah, dan tentunya kualitas foto yang dilombakan pun semakin baik dari tahun ke tahun. Begitu juga dengan hadiah yang akan diterima oleh pemenang semakin meningkat dibandingkan tahun lalu, dan mencapai 230 Juta Rupiah.

Tahun ini Taman Safari Indonesia menyelenggarakan LSFI dengan sistem online dan pesertanya dibagi ke dalam 2 (dua) kategori, yaitu umum dan pelajar. Para peserta hanya perlu mendaftarkan diri berdasarkan kategorinya masing-masing, dan meng-upload karya terbaik mereka melalui website www.lombafoto.tamansafari.com. Lomba ini bersifat terbuka dan para peserta tidak dipungut biaya apapun.

Ketentuan
• Terbuka untuk masyarakat umum, dan kewarganegaraan mana saja.
• Tidak dipungut biaya apapun.
• Terbagi ke dalam 2 (dua) kategori : Kategori Umum : Penghobi, Fotografer Pemula/Profesional dari seluruh Negara. Kategori Pelajar : Pelajar SMP dan SMA sederajat, serta Mahasiswa
• Setiap peserta diperbolehkan mengirim maksimal 10 (sepuluh) buah foto.
• Telah mendaftarkan diri atau register (sesuai dengan kategorinya) di website www.lombafoto.tamansafari.com.

Kriteria Foto
• Foto yang dikirimkan belum pernah memenangkan Lomba Foto manapun.
• Pemotretan harus dilakukan dengan menggunakan kamera digital dengan merk apapun.
• Foto yang dikirimkan tidak melanggar hak cipta (bukan foto milik orang/organisasi lain). Peserta menjamin bahwa mereka memiliki hak penuh atas foto yang dikirim, dan penyelenggara dibebaskan dari segala bentuk pertanggung jawaban apabila peserta melakukan pelanggaran dalam hal ini.
• Obyek fotonya merupakan segala jenis satwa, kecuali satwa makro.
• Lokasi pemotretan bisa di alam bebas, Taman Safari Indonesia Cisarua – Bogor, Taman Safari Indonesia Prigen – Jawa Timur, Bali Safari Marine Park, Batang Dolphin Center, Kebun Binatang, Cagar Alam, maupun Taman Nasional lainnya di seluruh dunia.
• Editing Foto hanya diperkenankan sebatas kamar gelap (Cropping, Brightness/Contrast, Burn/Dodge).
• Tidak diperkenankan mencantumkan data, tulisan/gambar apapun di dalam foto.
• Foto diupload dengan ukuran maksimal sisi tepanjang/lebar max. 900 pixel, 300 dpi, format JPG, maksimal ukuran file 350 kb.

Mekanisme Pengumpulan Foto
• Mendaftarkan diri atau register di website www.lombafoto.tamansafari.com
• Mengupload maksimal 10 (sepuluh) foto.
• Batas akhir pengiriman online adalah tanggal 1 Oktober 2015.

Penjurian dan Pengumuman Pemenang
• Penjurian dilakukan oleh 5 orang juri.
• Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, serta tidak diadakan surat menyurat.
• Penyelenggara tidak melayani atau bertanggungjawab terhadap segala tuntutan dari pihak manapun mengenai isi foto peserta yang dilombakan.
• Pemenang wajib menyerahkan model release apabila terdapat model/orang yang terekspos di fotonya.
• Foto pemenang dapat digunakan untuk kepentingan Taman Safari Indonesia dan PT.Datascrip, penggunaan foto yang tidak menang untuk kepentingan promosi Taman Safari Indonesia dan PT. Datascrip akan didiskusikan terlebih dahulu dengan pemilik foto.
• Pemenang akan diumumkan di website lombafoto.tamansafari.com pada tanggal 1 November 2015.
• Pemenang akan diundang pada penyerahan hadiah di Taman Safari Indonesia.

KATEGORI UMUM

Juara I
Piala Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan + Uang Tunai Rp 22,5 juta + Canon DSLR EOS 6D WiFi with lens EF 24-70mm + Canon SELPHY Compact Photo Printer CP910 + Voucher Menginap 1 malam di Caravan Camping Ground, Bogor + Piagam

Juara II
Piala Menteri Pariwisata + Uang Tunai Rp 12,5 juta + Canon DSLR EOS 70D WiFi with lens EF-S18-55mm + Canon SELPHY Compact Photo Printer CP910 + Voucher Menginap 1 malam di Caravan Camping Ground, Bogor + Piagam

Juara III
Piala PT. Datascrip + Uang Tunai Rp 10 juta + Canon DSLR EOS 1200D with lens EF-S18-55mm + Canon SELPHY Compact Photo Printer CP910 + Voucher Menginap 1 malam di Caravan Camping Ground, Bogor + Piagam

5 Juara Harapan
Uang Tunai Rp 2juta + Canon Digital Camera Power-Shot D30 + Canon SELPHY Compact Photo Printer CP910 + Voucher Menginap 1 malam di Caravan Camping Ground, Bogor + Piagam

KATEGORI PELAJAR

Juara I
Piala Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan + Uang Tunai Rp 12,5 juta + Canon DSLR EOS 70D WiFi with lens EF-S18-55mm + Canon SELPHY Compact Photo Printer CP820 + Voucher Menginap 1 malam di Caravan Camping Ground, Bogor + Piagam

Juara II
Piala Menteri Pariwisata + Uang Tunai Rp 7,5 juta + Canon DSLR EOS 1200D with lens EF-S18-55mm + Canon SELPHY Compact Photo Printer CP820 + Voucher Menginap 1 malam di Caravan Camping Ground, Bogor + Piagam

Juara III
Piala PT. Datascrip + Uang Tunai Rp 5 juta + Canon Digital Camera PowerShot SX700 + Canon SELPHY Compact Photo Printer CP820 + Voucher Menginap 1 malam di Caravan Camping Ground, Bogor + Piagam

5 orang Juara Harapan
Uang Tunai Rp 2juta + Canon Digital Camera PowerShot SX400 + Canon SELPHY Compact Photo Printer CP820 + Voucher Menginap 1 malam di Caravan Camping Ground, Bogor + Piagam

info selengkapnya

Apa itu foto Human Interest

Fotografi Human Interest (HI) adalah foto yang mengambarkan suasana baik itu suka maupun duka dan dapat mewakili kehidupan sebenarnya tentunya hasil foto human interset yang baik adalah benar benar mengambarkan realitas sebenarnya tanpa setting, Foto Human interest ini juga termasuk didalam golongan foto Jurnalisme.
Fotografi Human Interset (HI) juga secara harafiah bisa diartikan foto dengan object manusia yang dapat menarik perhatian bagi yang melihatnya biasa hal hal yang diangkat dalam foto ini seperti kemiskinan, kondisi lingkugan yang buruk, atau pola hidup dan kondisi perekonomian yang kurang baik.

Tips dan trik memotret  Human Interest
TIPS
1. Survey lokasi terlebih dahulu kenali lokasi dan orang orangnya
2. Bawa perlengkapan seminim mungkin, refernsi gunakan lensa 50mm atau zoom 2470 untuk camera full frame maksimal 2 lensa
3. Perkirakan waktu yang tepat untuk memotet sehingga mendapatkan moment yang natural bukan dibuat buat
4. Kostum yang nyaman dan ringan, seringkali kita akan berhadapan dengan lokasi yang panas ataupun becek yang tidak membuat kita nyaman
5. Checking perlengkapan kartu memory, lensa, camera dan jangan lupa  Bawa flash, pastikan sudah terisi batrainya juga rain cover buat tas jika cuaca berubah sewaktu waktu
TRIK
1. Berkomunikasi dengan object yang akan difoto sehingga mereka tidak ragu untuk difoto, biasa saya mengajak bercnda daripada hanya memotret dan terus memotret.
2. Meminta izin untuk memotret , terkadang ada beberapa orang yang tidak nyaman dengan keberadaan kita
3. Jangan memberikan uang didepan, saya lebih suka memberikan makanan ataupun memberikan oleh oleh ataupun kalau ingin memberikan sejumlah uang sebaiknya dilakukan setelah selesai memotret sehingga mereka difoto tidak bermodalkan uang yang sudah diberi (mengajarkan kebiasaan baik)
4. Tinggal beberapa lama akan membantu mengenali lingkungan (terkadang untuk satu foto saya berkomunikasi lebih dari 2 jam untuk mulai memotret 1 satu foto saja)
5. Meningkalkan kesan yang baik buat yang difoto juga pastikan jika foto yang kamu ambil mendapatkan izin secara lisan ataupun tulisan

“Jangan menjadi photographer yang hanya mengambil keuntungan dengan mengambil foto mereka tanpa keinginan atau ide untuk menceritakan ataupun memberikan sesuatu yang bisa membuat hidup mereka lebih baik.”



Foto diatas saya ambil di bawah jembatan tol , kami melakukan bakti sosial disana membagi sembako dan pelayanan kesehatan, nah pada kesempatan itu saya memisahkan diri dan masuk lebih dalam untuk meliput kehidupan mereka. Disana saya mendapatkan cerita dan realitas kehidupan dimana mereka tinggal dan bagaimana kondisi rumah mereka, pekerjaan mereka dan bagaimana mereka hidup.



Ini kehidupan mereka, tempat mandi, bermain dan tidur jadi satu plus plus polusi merupakan udara sejuk buat mereka hirup
Pekerjaan mereka mengais sampah dan mengirimkannya pada pengepul …semuanya dilakukan di bawah tol

Tidur juga diperlukan sehabis pulang sekolah dan mengais sampah itupun dilakukan diatas hamparan sampah…bisa ya…mereka tidur diatas sofa yang juga sudah bau sampah

Saya sempat berfoto bersama dengan mereka ternyata kehadiran saya dan camera membuat mereka terhibur walau hanya sebentar.
Sepertinya kita harus kenal dengan mereka seperti kata pepatah Ngga kenal ga sayang ” tp makin kenal makin tau cerita dan kehidupan “
Cerita dan foto lengkapnya bisa dilihat disini 
https://www.facebook.com/herrytjiang/media_set?set=a.10151008126204921.448202.726629920&type=3

CANON EF 10MM F/2.8


Here’s an interesting wide angle prime optical formula patent from Canon. It’s a non-fisheye EF 10mm f/2.8 for full frame sensors.

  • Focal length f = 10.30mm
  • Fno. 2.88
  • Half angle of view ω = 64.54 °
  • Image height 21.64mm
  • Lens length 124.58mm
  • BF 38.00mm
Read more: http://www.canonrumors.com#ixzz3d68Brfwd

KLJI (Komunitas Lubang Jarum Indonesia)


Liputan www.camera.co.id

Berawal dari sukses memotret pagar depan rumah tinggal dengan menggunakan KLJ kaleng susu 800 gram dengan negatif kertas Chen Fu, Ray Bachtiar Dradjat menuliskan pengalamannya di media GFJA tahun 1997, Photo Copy.
Selanjutnya digelarlah workshop perdana pada 2001 di lokasi pembuangan sampah Bantar Gebang. Hasilnya, terbit buku “MEMOTRET dengan KAMERA LUBANG JARUM”. Kamera Lubang Jarum (KLJ) adalah sebutan Pinhole camera lantaran konsep dasar inovasinya berbeda. Ray bertekad mensosialisasikan “seni proses” ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Di sinilah perbedaan Ray dengan para profesional fotografer yang pada saat itu sudah bahkan lebih dulu menggunakan pinhole camera. “Teknik” pun seakan-akan tak jadi soal, yang penting adalah masalah mengasah rasa. “Secukupnya”. Itulah konsep awal dari gerilya panjang yang sambung-menyambung: Jawa, Bali, Makassar. Hingga pada 17 Agustus 2002, Ray mengumandangkan proklamasi berdirinya Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI).
KLJI tak menyoalkan “kesempurnaan” karena “kegagalan” justru bisa menjadi konsep dan menuntun kita menerobos segala rintangan. Maka eksplorasi makna “lubang jarum” jadi tujuan. Kita dituntut mampu meloloskan diri dari suatu situasi yang sulit, “kreativitas” jadi kendaraan yang sangat berguna untuk membantu meloloskan diri dari lubang jarum. Sebagaimana dikatakan Leonardo Da Vinci: “Siapa yang akan percaya dari sebuah lubang kecil, kita dapat melihat alam semesta”.
Kamera Lubang Jarum bersifat handmade. Bagi Indonesia yang kaya akan bahan baku dan manusia-manusia kreatif, juga mengembalikan suatu momen ritual dan upacara dalam fotografi sekaligus memberikan kembali pemahaman tentang apa arti pelambatan di tengah digitalisasi kehidupan yang menawarkan percepatan pembangunan, pertumbuhan teknologi, budaya instan dan konsumerisme.
Lubang Jarum memanifestasikan suatu diktum bahwa proses alam dan kenyataan harus diikuti oleh sebuah proses alkimia dengan menggunakan hukum jarum sebagai proses.
Itu sedikit sejarah terbentuknya Komunitas Lubang Jarum Indonesia.
Sudah 13 Tahun lebih KLJI bergerak dan melawan arus di bidang alternatif fotografi tetapi nyatanya kita tidak terhanyut dan hilang. Sampai sekarang KLJI sudah tersebar dilebih dari 45 Kota di Indonesia.
www.camera.co.id
Nah sudah tahu kan apa itu KLJI mau bergabung banyak sekali komunitasnya di Facebook atau kunjungi webnya http://klji.org/
Facebooknya
https://www.facebook.com/kljindonesia.org?fref=photo
Link youtubenya yang disiarkan di Net TV
https://youtu.be/hpvrOiKhXfQ
Bagimana hasil hasil dari camera pinhole atau lubang jarum ini berikut foto hasil karya teman teman KLJI dan event mereka